Kemdiktisaintek Gandeng PEA Perkuat Talenta Digital Indonesia dan Kolaborasi Riset

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:18:13 WIB
Kemdiktisaintek Gandeng PEA Perkuat Talenta Digital Indonesia dan Kolaborasi Riset

JAKARTA - Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi terus dilakukan pemerintah melalui berbagai kerja sama internasional. 

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas kolaborasi dengan negara mitra dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, serta inovasi digital. Kerja sama semacam ini dinilai penting untuk mempercepat lahirnya talenta digital yang mampu bersaing di tingkat global.

Dalam konteks tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjalin penguatan kerja sama dengan Persatuan Emirat Arab (PEA). Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan digital generasi muda, tetapi juga mencakup mobilitas akademik, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan riset bersama antara perguruan tinggi kedua negara.

Pertemuan yang membahas rencana kerja sama tersebut berlangsung melalui audiensi antara Kemdiktisaintek dengan perwakilan Kedutaan Besar PEA. Dialog tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas peluang kolaborasi pendidikan dan memperkuat jaringan akademik internasional bagi perguruan tinggi Indonesia.

Pertemuan Kemdiktisaintek dan Kedutaan Besar PEA

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan penguatan kolaborasi internasional dengan Persatuan Emirat Arab (PEA) yang difokuskan pada pengembangan talenta digital, mobilitas akademik, serta penguatan riset dan inovasi.

Hal tersebut menjadi bahasan utama dalam audiensi antara Kemdiktisaintek dengan perwakilan Kedutaan Besar PEA yang diterima oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (9/3).

Pertemuan ini menjadi wadah bagi kedua pihak untuk mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Selain memperkuat hubungan bilateral, dialog ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi untuk terlibat dalam kegiatan akademik lintas negara.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap tercipta sinergi yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan pendidikan global.

Perluasan Mobilitas Mahasiswa Internasional

Salah satu agenda penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah peningkatan mobilitas mahasiswa internasional. Kemdiktisaintek memandang kehadiran mahasiswa dari berbagai negara sebagai faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan reputasi perguruan tinggi.

"Kami ingin memperluas kehadiran mahasiswa internasional di Indonesia karena hal tersebut berperan penting dalam mendukung peningkatan reputasi dan posisi universitas pada pemeringkatan global," kata Wamendiktisaiantek dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Wamen Stella menilai keberadaan mahasiswa internasional dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan reputasi perguruan tinggi sekaligus memperkuat posisi universitas Indonesia dalam berbagai pemeringkatan global.

"Kehadiran mahasiswa internasional juga memiliki arti penting dalam menghadirkan keberagaman serta memperkuat perspektif internasional di lingkungan perguruan tinggi. Dinamika tersebut turut mendorong institusi untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran," lanjut dia.

Keberagaman latar belakang mahasiswa dinilai mampu menciptakan lingkungan akademik yang lebih dinamis. Interaksi antar mahasiswa dari berbagai negara juga dapat memperkaya pengalaman belajar serta memperluas wawasan global di lingkungan kampus.

Rencana Pembentukan Center for Foreign Students

Sejalan dengan upaya meningkatkan mobilitas mahasiswa internasional, Kemdiktisaintek juga tengah menyiapkan sejumlah inisiatif baru. Salah satunya adalah rencana pembentukan pusat layanan khusus bagi mahasiswa asing yang akan menempuh pendidikan di Indonesia.

Sejalan dengan upaya tersebut, Stella mengungkapkan Kemdiktisaintek juga tengah menyiapkan inisiatif pembentukan Center for Foreign Students untuk memperkuat layanan, koordinasi, serta promosi pendidikan tinggi Indonesia bagi mahasiswa internasional.

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik perguruan tinggi Indonesia sekaligus mendukung ekosistem internasionalisasi pendidikan tinggi yang lebih terintegrasi.

Selain membahas peningkatan mobilitas mahasiswa, pertemuan tersebut juga menyinggung rencana kunjungan mahasiswa dari PEA ke Indonesia. Mahasiswa akan mengikuti kegiatan akademik serta kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia untuk mengenal sistem pendidikan tinggi, budaya, dan peluang studi lanjutan.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa asing mengenai kehidupan akademik di Indonesia sekaligus memperkenalkan berbagai peluang pendidikan yang tersedia.

Peluang Kerja Sama Riset dan Program Akademik

Selain mobilitas mahasiswa, kedua pihak juga mendiskusikan berbagai peluang kerja sama akademik yang lebih luas. Kolaborasi tersebut mencakup berbagai program pendidikan dan penelitian yang melibatkan perguruan tinggi dari kedua negara.

Kedua pihak juga mendiskusikan peluang pengembangan kerja sama lain, seperti program double degree, kolaborasi riset bersama, serta pertukaran dosen antara perguruan tinggi di Indonesia dan Uni Emirat Arab. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Menanggapi berbagai peluang kerja sama tersebut, Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Indonesia, Shaima Salem Alhebsi, menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam memperluas kerja sama di bidang pendidikan tinggi.

PEA juga menyambut baik berbagai inisiatif yang dibahas dalam pertemuan tersebut, khususnya terkait penguatan mobilitas mahasiswa dan kolaborasi akademik.

Pengembangan Talenta Digital Melalui Program 10 Million Coders

Selain kerja sama pendidikan tinggi, pertemuan tersebut juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan talenta digital. Fokus ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kemampuan di bidang teknologi.

Diketahui, selain kerja sama pendidikan tinggi, pertemuan ini juga membahas potensi kolaborasi dalam pengembangan talenta digital melalui program 10 Million Coders yang diinisiasi oleh pemerintah PEA.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan coding, sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Melalui program ini, generasi muda diharapkan dapat memperoleh keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi global. Kolaborasi antara Indonesia dan PEA juga diharapkan dapat mempercepat lahirnya talenta digital yang siap menghadapi tantangan ekonomi berbasis teknologi di masa depan.

Terkini